Efek Domino MBG, HIPMI Loteng Sebut Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak

Avatar photo

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Tengah | Lombok fokus – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan efek berantai (domino) terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lombok Tengah menilai, program tersebut tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi lokal.

 

Ketua HIPMI Loteng, Muhammad Alamsyah, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam operasional dapur MBG menjadi bukti nyata bahwa program ini mampu membuka peluang kerja baru.

 

“Efeknya berantai. Masyarakat tidak hanya menerima manfaat makanan bergizi, tapi juga ikut terlibat bekerja di dapur. Banyak yang sebelumnya tidak punya penghasilan, sekarang sudah mulai mendapatkan pemasukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

 

Ia menjelaskan, dampak ekonomi dari MBG tidak berhenti pada aktivitas dapur semata, melainkan meluas ke berbagai sektor pendukung seperti distribusi bahan pangan hingga pelaku usaha lokal.

 

“Ini yang kita sebut efek domino. Ada perputaran uang di bawah, ada aktivitas ekonomi baru yang muncul. Ini sangat positif bagi ekonomi daerah,” tambahnya.

 

Alamsyah mengungkapkan, saat ini jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Tengah telah mencapai sekitar 130 unit dan ditargetkan meningkat hingga 200 dapur.

Dengan estimasi anggaran sekitar Rp1 miliar per dapur setiap bulan, potensi perputaran uang di daerah ini diperkirakan mencapai Rp200 miliar per bulan jika seluruh dapur telah beroperasi.

Baca Juga :  KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

 

“Kalau 200 dapur sudah berjalan, berarti ada sekitar Rp200 miliar uang berputar setiap bulan di Loteng. Dalam setahun bisa mencapai Rp2,4 triliun. Ini angka besar yang tentu berdampak pada ekonomi lokal,” jelasnya.

 

Menurutnya, aliran anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton.

 

“Ini momentum. Kita harus pastikan masyarakat lokal menjadi pelaku utama, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan di daerah sendiri,” tegasnya.

 

HIPMI Loteng berharap program MBG terus diperluas dan diperkuat agar mampu menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital
SIHT Barabali Mulai Beroperasi, Produk Perdana Dikirim ke Pulau Jawa
Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor
DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun
Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar
MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat
Pemerintah Jamin Pasokan BBM Bersubsidi, Bahlil Minta Kelompok Mampu Beralih ke Nonsubsidi
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:11 WITA

SIHT Barabali Mulai Beroperasi, Produk Perdana Dikirim ke Pulau Jawa

Sabtu, 19 September 2026 - 10:30 WITA

Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor

Sabtu, 19 September 2026 - 08:59 WITA

DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 05:24 WITA

Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WITA

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Berita Terbaru

Kerja sama peningkatan pelayanan penyakit jantung di RSUD Tripat.

Kesehatan

RSUD Tripat Tingkatkan Layanan Jantung dan Cerebrovascular

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:11 WITA