Dewan Nilai 116 Jabatan Kosong Hambat Pembangunan Lombok Tengah

Avatar photo

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-Sebanyak 116 jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah masih kosong. Kondisi itu mencakup enam jabatan eselon II, 42 jabatan eselon III, dan 68 jabatan eselon IV.

Komisi I DPRD Lombok Tengah menilai kekosongan itu berpotensi menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, DPRD meminta Pemkab Lombok Tengah segera mengisi seluruh jabatan strategis. Pemerintah juga perlu memperkuat perencanaan kepegawaian agar persoalan serupa tidak terus berulang.

DPRD Minta Pemkab Susun Peta Jabatan

Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah Ahmad Syamsul Hadi mengatakan pemerintah daerah perlu memiliki peta jabatan.

Melalui peta itu, pemerintah dapat memetakan kebutuhan aparatur dan jadwal pensiun pejabat selama beberapa tahun ke depan.

“Seharusnya kita punya peta jabatan. Jadi, lima tahun atau tiga tahun mendatang kita sudah tahu siapa saja yang pensiun pada tahun dan bulan tertentu. Itu penting sebagai dasar menentukan kebutuhan dan penempatan pejabat,” katanya, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga :  Gubernur Se-Indonesia Berkumpul di Senggigi, Bahas UMKM dan Fiskal

Selain itu, peta jabatan dapat membantu pemerintah menyiapkan calon pengganti lebih awal. Pemkab pun tidak perlu menunggu jabatan kosong sebelum memulai proses pengisian.

Lombok Tengah Miliki Lebih dari 15 Ribu ASN

Ahmad menilai jumlah aparatur bukan satu-satunya persoalan. Pemerintah juga perlu mengelola sumber daya manusia berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Saat ini, Lombok Tengah memiliki lebih dari 15 ribu aparatur sipil negara. Namun, Pemkab belum mengisi 116 jabatan struktural.

“Tetapi, dengan jumlah kekosongan yang cukup besar, seharusnya ada langkah yang maksimal agar jabatan-jabatan itu segera terisi,” ujarnya.

Karena itu, Ahmad meminta pemerintah menjelaskan parameter dalam menentukan pengisian jabatan.

Pemkab perlu memastikan apakah kekosongan muncul karena kekurangan aparatur atau keterbatasan pegawai dengan kompetensi sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Kemendagri Siapkan Formula Remunerasi Kepala Daerah untuk Tekan Korupsi

Jabatan Kosong Ganggu Pelayanan Publik

Ahmad menilai pengisian jabatan yang berlarut-larut dapat mengganggu percepatan pembangunan di Lombok Tengah.

“Kalau ini tidak segera dituntaskan, akselerasi pembangunan tentu akan terganggu,” tegasnya.

Selain menghambat birokrasi, kekosongan jabatan dapat memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.

Setiap organisasi perangkat daerah membutuhkan struktur kepemimpinan yang lengkap. Dengan begitu, OPD dapat menjalankan program dan mengambil keputusan secara optimal.

Pemkab Tunggu Hasil Asesmen

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya mengatakan Pemkab sedang memproses pengisian jabatan kosong.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil asesmen calon pejabat.

Setelah menerima hasil asesmen, Pemkab akan menyerahkan nama calon kepada bupati dan wakil bupati. Keduanya akan memakai hasil itu sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan pejabat definitif.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton
Tempah Dedoro Mataram Tembus 1.249 Unit dan Kurangi Sampah ke TPA
Puluhan Ribu Nelayan NTB Terkendala Akses BBM Subsidi
Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI
Pemprov NTB Siapkan Talent Pool untuk Pengisian Jabatan ASN
Pemprov NTB Susun Pedoman Mediasi Sengketa Pernikahan Beda Agama
Kuota Elpiji 3 Kilogram KSB Turun, Pemkab Minta Tambahan ke Pusat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:49 WITA

Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:52 WITA

Tempah Dedoro Mataram Tembus 1.249 Unit dan Kurangi Sampah ke TPA

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:30 WITA

Puluhan Ribu Nelayan NTB Terkendala Akses BBM Subsidi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI

Berita Terbaru

Sudirsah Sujanto

Olahraga

Jelang PON 2028 Gubernur Iqbal Didorong Jadi Ketua KONI NTB

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:52 WITA