MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mematangkan rencana uji operasional perdana pesawat amfibi (seaplane) pada akhir tahun ini. Sebanyak empat unit pesawat amfibi siap mendarat di atas perairan Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, pada Desember 2026.
Pemerintah daerah menargetkan momentum uji terbang perdana tersebut menjadi kado istimewa perayaan hari jadi NTB. Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, menegaskan pihaknya terus mengawal persiapan teknis di lapangan agar jadwal penerbangan terlaksana tepat waktu.
“Insya Allah, kalau tidak ada kendala kita targetkan menggelar penerbangan perdana bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 NTB pada 17 Desember mendatang,” ujar Ervan Anwar di Mataram, Rabu.
Percepat Izin Operasional dan Wilayah Perairan
Saat ini pihak maskapai bersama Dinas Perhubungan sedang menuntaskan berbagai dokumen perizinan operasional. Proses tersebut mencakup pemenuhan syarat ketat dari Kementerian Perhubungan serta izin pemanfaatan perairan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Ervan menjelaskan bahwa maskapai penerbangan telah menyelesaikan tahapan serupa di Pelabuhan Benoa sebelum menyasar perairan Batujai. Pertemuan intensif dengan Kementerian Perhubungan juga berlangsung sejak pekan lalu guna memuluskan rencana pendaratan di perairan bendungan tersebut.
“Izin masih berproses. Kemarin (pihak maskapai) sudah di Benoa sebelum di Batujai. Karena banyak item izin yang harus dipenuhi,” kata Ervan.
“Harapannya, kan di bandara dulu baru mendarat di Bendungan Batujai,” tambahnya terkait alur rute penerbangan pengujian nanti.
Gandeng Aman Air, Rambah Pantai Sire Lombok Utara
Untuk menyokong layanan transportasi udara ini, PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (Aman Air) telah menyiapkan empat unit armada seaplane. Selain Bendungan Batujai, operator turut membidik kawasan Pantai Sire di Lombok Utara sebagai destinasi rute berikutnya.
Pengelola saat ini tengah merampungkan perizinan Konfirmasi Kesesuaian Ruang Laut (KKPRL) untuk pendaratan di Pantai Sire. Kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Benoa telah tuntas guna melengkapi jaringan antarwilayah pesisir.
“Tahun ini sedang mengurus izin KKPRL-nya kalau untuk di Pantai Sire Lombok Utara. Kemarin dia sudah selesai sama Benoa, sudah MoU,” tutur Ervan seraya berharap proyek ini menjadi kado indah bagi NTB.
Dorong Akses Wisata ke Gili Trawangan dan Pulau Moyo
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya menyatakan bahwa kehadiran seaplane akan mendongkrak konektivitas pariwisata unggulan daerah. Proyek ini memposisikan NTB sebagai pelopor layanan angkutan udara sipil berbasis perairan di Tanah Air.
“Insya Allah pada akhir tahun ini kita akan mulai mengoperasikan penerbangan seaplane sipil reguler pertama di Indonesia yang mendarat langsung di atas air,” ucap Lalu Muhamad Iqbal.
Pemerintah daerah saat ini juga menyiapkan pembangunan dermaga pendaratan di pulau-pulau eksotis seperti Gili Trawangan dan Pulau Moyo. Fasilitas dermaga ini memungkinkan wisatawan terbang langsung dari bandara utama menuju destinasi pulau tanpa harus berganti moda transportasi darat dan laut yang memakan waktu.










Komentar