Museum Sade Tak Sekadar Pajang Koleksi, Perjalanan Warga Jadi Cerita Utama

Avatar photo

Selasa, 1 September 2026 - 14:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menjelaskan mengenai Museum Sade.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menjelaskan mengenai Museum Sade.

MATARAM, ntbkita.com-Museum Sade nantinya tidak hanya memamerkan benda budaya. Museum itu juga akan membawa pengunjung mengikuti perjalanan masyarakat adat Sade, mulai dari jejak leluhur, kehidupan sosial dan budaya, peristiwa kebakaran, hingga proses bangkit kembali.

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat mulai menyusun konsep tata ruang dan tata pamer untuk museum di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan tim mulai merumuskan konsep setelah mengikuti rapat bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi NTB pada 30 Agustus 2026.

“Kami diminta untuk segera membuat konsep tata pamer Museum Sade,” ujar Nuralam di Mataram, Senin (31/8).

Museum Sade Tak Hanya Pajang Benda Budaya

Museum NTB memakai hasil kesepakatan dan usulan tim ahli arsitektur Universitas Mataram sebagai salah satu acuan dalam menyusun tata ruang dan tata pamer.

Namun, museum tidak akan berhenti pada penyajian koleksi.

Nuralam ingin tata pamer membawa alur cerita yang menggambarkan kehidupan masyarakat Sade secara utuh.

“Garis cerita yang diinginkan itu menggambar kehidupan masyarakat Sade dari masa lalu, peristiwa kebakaran, hingga proses bangkit kembali,” kata Nuralam.

Baca Juga :  Menko Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120 lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Karena itu, setiap bagian museum akan menghubungkan benda budaya dengan sejarah dan perjalanan masyarakat yang menggunakannya.

Dengan pendekatan itu, pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga memahami konteks budaya di baliknya.

Jejak Leluhur Jadi Awal Cerita

Pamong Budaya Madya Museum NTB Bunyamin mengatakan tim mengangkat jejak kehidupan, warisan, dan identitas Sade sebagai tema besar.

Selanjutnya, tim menyusun sejumlah subtema untuk membangun alur kunjungan.

Bagian pertama akan membawa pengunjung mengenal jejak leluhur Sade. Narasi ini mengangkat sejarah dan perjalanan masyarakat adat.

Kemudian, bagian tentang ruang dan budaya Sasak akan mengenalkan tradisi, ritual, upacara adat, serta kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, bagian warisan dalam kehidupan akan menghadirkan berbagai benda budaya yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Koleksinya mencakup peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, kesenian, naskah kuno, senjata, serta berbagai peninggalan budaya lainnya.

Kebakaran Masuk dalam Alur Museum

Peristiwa kebakaran juga akan menjadi bagian penting dari cerita Museum Sade.

Tim menyiapkan subtema yang menggambarkan saat api mengubah kehidupan di kampung adat.

Bagian itu akan menceritakan kondisi Sade setelah kebakaran sekaligus berbagai upaya penanganan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga :  Kuota Elpiji 3 Kilogram KSB Turun, Pemkab Minta Tambahan ke Pusat

Setelah itu, pengunjung akan memasuki cerita mengenai kebangkitan Sade.

Bagian ini akan menggambarkan bagaimana masyarakat membangun kembali kehidupan dan rumah adat dengan dukungan berbagai pihak.

“Itu dapat menggambarkan Sade sebelumnya, sebelum kebakaran, kemudian setelah kebakaran, dan bangkit kembali,” kata Bunyamin.

Dengan demikian, Museum Sade akan merekam kebakaran bukan sebagai akhir perjalanan budaya.

Museum justru akan menempatkan peristiwa itu sebagai bagian dari perjalanan masyarakat mempertahankan identitas dan membangun kembali kehidupan.

Museum NTB Bentuk Satgas Percepatan

Untuk mempercepat proses, Museum NTB telah membentuk satuan tugas percepatan.

Tim itu akan memperkuat koordinasi sekaligus menangani berbagai tahapan pembentukan Museum Sade.

Namun, Museum NTB masih terus mematangkan konsep tata ruang dan tata pamer.

Tim akan melanjutkan pembahasan secara internal sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Melalui proses itu, Museum NTB ingin membangun alur cerita yang kuat agar pengunjung dapat memahami Sade bukan hanya melalui benda budaya.

Museum Sade nantinya akan membawa cerita tentang leluhur, tradisi, kehidupan masyarakat, kebakaran, sekaligus kemampuan warga menjaga warisan dan bangkit kembali.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Iqbal dan Wali Kota Mohan Turun ke Rembiga, Cari Solusi Macet dan Jaga UMKM
Gubernur Iqbal dan Danlanal Mataram Perkuat Sinergi Pengamanan Perairan NTB
Mataram Tumbuh di Usia 33 Tahun, Gubernur Iqbal Minta Capaian Tak Berhenti pada Angka
Qatar Lirik Mandalika, NTB Tawarkan Investasi dan Tenaga Kerja Terampil
Gubernur Iqbal Ingin Pramuka NTB Jadi Produsen Pangan, Bukan Sekadar Konsumen
Relawan NTB Pulang, Pertolongan Tetap Tinggal di NTT
STM dan Pemkab Dompu Sepakati PPM Lima Tahun, Dermaga Nelayan Jadi Prioritas
Jelang MotoGP 2026, Polda NTB Matangkan Pengamanan di Bandara Lombok

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:39 WITA

Museum Sade Tak Sekadar Pajang Koleksi, Perjalanan Warga Jadi Cerita Utama

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Gubernur Iqbal dan Wali Kota Mohan Turun ke Rembiga, Cari Solusi Macet dan Jaga UMKM

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:40 WITA

Gubernur Iqbal dan Danlanal Mataram Perkuat Sinergi Pengamanan Perairan NTB

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:33 WITA

Mataram Tumbuh di Usia 33 Tahun, Gubernur Iqbal Minta Capaian Tak Berhenti pada Angka

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:45 WITA

Qatar Lirik Mandalika, NTB Tawarkan Investasi dan Tenaga Kerja Terampil

Berita Terbaru

Kepala DPMPD-DUKCAPIL NTB Lalu Hamdi.

Ekonomi

55 Desa NTB Terima Rp 16,5 Miliar dari Program Desa Berdaya

Selasa, 1 Sep 2026 - 08:44 WITA