BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Avatar photo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Zoom Meeting BRIN, Koordinasi dan Sinkronisasi Penyusunan Proposal PRIS Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih melalui Teknologi SWRO di Kabupaten Lombok Barat.

Zoom Meeting BRIN, Koordinasi dan Sinkronisasi Penyusunan Proposal PRIS Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih melalui Teknologi SWRO di Kabupaten Lombok Barat.

MATARAM, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjajaki penerapan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Teknologi itu akan mengolah air laut menjadi air layak minum. Tim merancang kapasitas pengolahan hingga 120 meter kubik per hari.

BRIN dan BRIDA NTB membahas rencana itu melalui koordinasi dan sinkronisasi penyusunan proposal Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS), Selasa (11/8/2026).

Pemerintah melihat SWRO bukan sekadar instalasi pengolahan air. Teknologi itu berpotensi memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung masyarakat dan pariwisata di kawasan pesisir serta pulau-pulau kecil.

BRIN Minta Teknologi Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Kepala Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN Ario Betha Juanssilfero mengatakan proposal PRIS harus memastikan teknologi benar-benar menjawab kebutuhan daerah.

Selain layak secara teknis, pemerintah juga perlu menjamin manfaat dan keberlanjutan pemakaiannya.

“Proposal ini bukan hanya harus layak secara teknologi, tetapi juga harus benar-benar menjawab kebutuhan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam rancangan BRIN, air laut akan melewati sejumlah tahapan pengolahan.

Tahapan itu meliputi pre-treatment, penyaringan, proses reverse osmosis, hingga post-treatment. Selanjutnya, pengelola akan menyimpan dan mendistribusikan air kepada masyarakat.

Baca Juga :  Administasi Anak di Sumbawa Barat Diperkuat Lewat Program Jawara

Namun, BRIN menilai keberhasilan SWRO tidak hanya bergantung pada kemampuan instalasi menghasilkan air bersih.

Pengelola juga harus memperhitungkan penerimaan masyarakat, kemampuan membayar, biaya operasional, pemeliharaan, serta tata kelola.

Pulau Kecil Sekotong Masih Hadapi Masalah Air Bersih

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menilai pengembangan SWRO relevan dengan karakter NTB sebagai provinsi kepulauan.

Sejumlah pulau kecil di kawasan Sekotong masih menghadapi keterbatasan air bersih. Padahal, beberapa kawasan juga berkembang sebagai destinasi pariwisata.

Selama ini, masyarakat memenuhi kebutuhan air di sejumlah pulau kecil melalui distribusi dari daratan.

Kondisi itu menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat musim kemarau. Selain itu, aktivitas pariwisata dapat meningkatkan kebutuhan air.

Karena itu, Aryadi melihat SWRO berpotensi memberi manfaat ganda.

Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, ketersediaan air bersih dapat memperkuat infrastruktur pendukung pariwisata pesisir.

“Jika teknologi ini berhasil dikembangkan di Sekotong, potensinya tidak hanya untuk masyarakat setempat, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan kawasan pariwisata,” jelasnya.

BRIN Soroti Pengelolaan Setelah Proyek Berakhir

BRIN juga menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu perhatian utama.

Baca Juga :  Gedung Baru DPRD NTB Dirancang Miliki PLTS dan SPKLU

Pengalaman penerapan teknologi serupa menunjukkan keberadaan instalasi belum otomatis menjamin operasional jangka panjang.

Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan tata kelola, operator, biaya pemeliharaan, dan pengawasan secara memadai.

Pemerintah daerah juga memiliki peran dalam menyiapkan lokasi dan kelembagaan pengelola.

Selain itu, BRIN akan menyiapkan transfer teknologi dan pengetahuan selama pelaksanaan proyek.

Melalui proses itu, pengelola di daerah diharapkan mampu mengoperasikan instalasi secara mandiri.

BRIN dan BRIDA Susun Kerangka Acuan Kerja

Sebagai tindak lanjut, BRIN dan BRIDA NTB akan menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Dokumen itu akan memuat ruang lingkup, lokasi, tahapan, dan durasi kegiatan.

Selanjutnya, kedua lembaga akan mengkaji lokasi dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta kesiapan pemerintah daerah.

Pertemuan awal itu menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan daerah dengan kapasitas riset dan teknologi BRIN.

Jika rencana berjalan sesuai kebutuhan lapangan, SWRO di Sekotong berpotensi menjadi model penyediaan air bersih bagi kawasan pesisir dan pulau kecil.

Pemerintah juga ingin memastikan teknologi itu tidak berhenti sebagai proyek. Pengelola perlu menjaga operasionalnya agar manfaat air bersih bertahan dalam jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026
Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton
Tempah Dedoro Mataram Tembus 1.249 Unit dan Kurangi Sampah ke TPA
Puluhan Ribu Nelayan NTB Terkendala Akses BBM Subsidi
Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:45 WITA

Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WITA

NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB

Berita Terbaru

Rapat koordinasi terkait penanggulangan radikalisme di NTB.

Hukum

Dinsos P3A Catat 25 Anak di NTB Terpapar Paham Radikalisme

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:28 WITA