Sekda NTB: Teknologi Tak Bisa Gantikan Sentuhan Manusia dalam Pelayanan Publik

Avatar photo

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB

Sosialisasi Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB

MATARAM, ntbkita.com-Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Abul Chair menegaskan teknologi tidak dapat menggantikan sentuhan manusia dalam pelayanan publik.

Menurutnya, kualitas layanan tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi dan kelengkapan fasilitas. Profesionalisme, integritas, serta komitmen aparatur tetap menjadi penentu utama.

Abul menyampaikan hal itu saat membuka Sosialisasi Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (30/7/2026).

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB menggelar kegiatan itu untuk memperkuat kualitas layanan dan mencegah maladministrasi.

Evaluasi Menjadi Ruang Perbaikan

Abul meminta seluruh perangkat daerah memandang penilaian Ombudsman sebagai cermin untuk mengukur kualitas pelayanan.

Karena itu, aparatur tidak perlu takut menghadapi evaluasi. Sebaliknya, hasil penilaian harus menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan.

“Evaluasi administrasi jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Justru ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Pemprov NTB terus membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Selain itu, Abul menekankan tiga fondasi utama pelayanan publik. Ketiganya meliputi profesionalisme, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Konsep pelayanan publik harus mengedepankan profesionalisme, integritas, serta mengutamakan nurani dan akal sehat dalam melayani masyarakat,” katanya.

Teknologi Harus Tetap Humanis

Abul mengakui transformasi digital menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Teknologi dapat mempercepat proses sekaligus mempermudah akses masyarakat.

Namun, aparatur tetap harus menjaga nilai kemanusiaan saat memberikan pelayanan.

“Kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan sentuhan kemanusiaan. Senyuman, kesediaan mendengar, kemauan membantu, dan kemampuan memberikan kepastian kepada masyarakat merupakan bagian dari pelayanan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” tegasnya.

Dengan demikian, digitalisasi tidak boleh membuat layanan terasa kaku atau berjarak. Aparatur harus tetap mendengar keluhan, memberi penjelasan, dan menghadirkan kepastian kepada masyarakat.

Abul juga meminta perangkat daerah memakai hasil penilaian Ombudsman untuk mencegah maladministrasi.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini kualitas pelayanan publik di NTB semakin meningkat, bebas dari maladministrasi, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah

Ombudsman Nilai Proses hingga Pengaduan

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTB Dwi Sudarsono mengatakan penilaian bertujuan mendorong instansi pemerintah terus menyempurnakan layanan.

Ombudsman tidak hanya mengukur kepatuhan terhadap standar pelayanan. Selain itu, lembaga itu menilai kualitas proses, persepsi masyarakat terhadap potensi maladministrasi, dan efektivitas pengelolaan pengaduan.

“Penilaian ini merupakan instrumen untuk mendorong penyelenggara pelayanan publik terus melakukan perbaikan sehingga pelayanan yang diberikan semakin berkualitas dan memenuhi harapan masyarakat,” jelasnya.

Sekitar 50 peserta mengikuti sosialisasi itu. Mereka berasal dari kementerian, lembaga, Pemprov NTB, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai penyelenggara pelayanan publik.

Melalui kegiatan itu, Pemprov NTB dan Ombudsman memperkuat sinergi untuk membangun layanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan responsif.

Pada akhirnya, kualitas pelayanan tidak hanya terlihat dari pemenuhan standar administrasi. Masyarakat juga membutuhkan aparatur yang berintegritas, mampu memberi kepastian, dan menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan
Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah
Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur
Pengelolaan Zakat dan Wakaf Antar Mataram Raih Penghargaan Nasional 2026
Gubernur NTB Minta Satu Data dan Dashboard Eksekutif Jadi Dasar Pengambilan Keputusan
Pemprov NTB Integrasikan SPM dengan Perencanaan dan Anggaran Daerah
Harhubnas 2026, Gubernur NTB Tekankan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WITA

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 08:08 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan

Jumat, 18 September 2026 - 07:48 WITA

Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 06:00 WITA

Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur

Jumat, 18 September 2026 - 04:03 WITA

Pengelolaan Zakat dan Wakaf Antar Mataram Raih Penghargaan Nasional 2026

Berita Terbaru