Pendaki 17 Tahun Dievakuasi dari Jurang 100 Meter di Gunung Rinjani

Avatar photo

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki berinisial GA, 17 tahun, dari jurang di jalur Torean Gunung Rinjani. Remaja asal Kota Mataram itu jatuh di kawasan Kebun Jeruk dengan kedalaman sekitar 100 meter.

Tim mengangkat korban dari lokasi jatuh pada Selasa (28/7/2026). Petugas kemudian membawa korban menuju Puskesmas Senaru sebelum menyerahkannya kepada keluarga.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Astekita Ardi mengatakan petugas menduga korban telah meninggal dunia saat pertama kali menerima laporan.

“Korban diperkirakan jatuh ke jurang dengan kedalaman 100 meter dan berdasarkan pengamatan yang bersangkutan korban diduga meninggal dunia,” kata Astekita di Mataram, Selasa.

Baca Juga :  Kapal Wisata Tenggelam di Bima, 45 Orang Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Korban Mendaki melalui Sambik Elen

Balai TNGR mencatat GA sebagai pendaki ritual. Korban mulai mendaki pada 26 Juli 2026 melalui jalur Dusun Senange, Desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara.

Balai TNGR menerima laporan kecelakaan pada Senin (27/7/2026) pukul 19.05 Wita.

Rekan korban melaporkan GA jatuh ke arah jurang di atas Shelter Kebun Jeruk sebelum Banyu Urip.

“Berdasarkan keterangan rekannya, korban dapat dijangkau tanpa mempergunakan tali serta kondisi korban patah tulang di beberapa bagian tubuh dan tidak ada pergerakan sama sekali,” katanya.

Tim Bawa Peralatan Penyelamatan

Tim SAR gabungan membawa peralatan penyelamatan menuju pintu pendakian Torean. Petugas lalu menjangkau dan mengangkat korban dari lokasi jatuh.

Baca Juga :  Kantor Desa Sampungu Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Tim membawa korban menuju Shelter Kebun Jeruk sebelum melanjutkan perjalanan turun melalui pintu pendakian Torean.

“Korban dibawa menuju Puskesmas Senaru dan diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya pihak keluarga membawa korban menuju rumah duka di Cakranegara,” katanya.

Balai TNGR Sampaikan Belasungkawa

Operasi evakuasi melibatkan Balai TNGR, Basarnas Mataram, TNI, Polri, Asuransi Syariah Kita Bisa, Unit SAR Lombok Timur, dan relawan.

Balai TNGR mengapresiasi kerja sama seluruh unsur dalam proses evakuasi di kawasan Gunung Rinjani.

“Kami ikut belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” kata Astekita.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemancing 68 Tahun Hilang di Selong Belanak, Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian
Bekas Kafe Blue Safir di Batulayar Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar
Kapal Wisata Tenggelam di Bima, 45 Orang Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan
Kantor Desa Sampungu Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar
Nelayan Hilang di Teluk Awang Ditemukan Meninggal
Nelayan Hilang di Perairan Teluk Awang, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
‎Seorang Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Saat Hendak Mendaki Gunung Rinjani
Polsek Respons Cepat Usai Kebakaran, Talud Ambles, dan Longsor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:18 WITA

Pendaki 17 Tahun Dievakuasi dari Jurang 100 Meter di Gunung Rinjani

Senin, 27 Juli 2026 - 07:51 WITA

Pemancing 68 Tahun Hilang di Selong Belanak, Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian

Senin, 27 Juli 2026 - 00:49 WITA

Bekas Kafe Blue Safir di Batulayar Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:57 WITA

Kapal Wisata Tenggelam di Bima, 45 Orang Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:13 WITA

Kantor Desa Sampungu Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Berita Terbaru