Kementerian PU Survei Lahan Sekolah Rakyat Dompu, Pemkab Siapkan Enam Hektare

Avatar photo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

DOMPU, ntbkita.com-Tim Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis NTB dari Kementerian Pekerjaan Umum menyurvei calon lokasi Sekolah Rakyat di Desa Bara, Kecamatan Woja, Jumat (24/7/2026).

Pemerintah Kabupaten Dompu mengusulkan lahan milik Pemerintah Provinsi NTB seluas lebih dari enam hektare. Tim memeriksa kesiapan lokasi sebelum menyampaikan hasil survei kepada Kementerian Sosial untuk proses verifikasi.

Pejabat Pembuat Komitmen Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis NTB Irfanul Avif mengatakan pemerintah daerah bertanggung jawab menyiapkan lahan.

“Kesiapan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kami melakukan survei untuk memastikan seluruh persyaratan teknis telah terpenuhi,” ujarnya.

Tim Periksa Status dan Akses Lahan

Tim memeriksa status lahan, kesesuaian tata ruang, dan perlindungan kawasan pertanian. Lokasi tidak boleh masuk lahan sawah yang mendapat perlindungan maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Baca Juga :  Raperda Sumbangan Dana Pendidikan, Ombudsman NTB: Bisa Berupa Uang, Barang, dan Jasa

Petugas juga mengukur luas lahan dan memastikan batas aset hibah dari pemerintah daerah. Tim turut memeriksa kesesuaian lokasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Keterangan Rencana Kabupaten.

Pemeriksaan juga menyasar akses jalan untuk mobilisasi alat berat dan material konstruksi. Petugas meninjau kontur lahan, drainase, serta jalur aliran air.

Pemprov Izinkan Pemanfaatan Aset

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu Yani Hartono mengatakan Pemprov NTB telah memberi izin pemanfaatan aset di Desa Bara. Pemkab Dompu kemudian mengusulkan lahan itu sebagai lokasi Program Strategis Nasional.

Sebagian kecil lahan juga akan menampung gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Gerai itu membutuhkan lahan sekitar 10 are.

Yani menilai lokasi di Desa Bara memenuhi persyaratan teknis. Lahan memiliki akses jalan dan sumber air bersih. Lokasi juga tidak berada di bawah jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi maupun kawasan rawan banjir.

Baca Juga :  KPK Pantau SPMB di NTB, Pungli dan Gratifikasi Jadi Sorotan

Pemkab Siapkan Dokumen Pendukung

Pemkab Dompu akan menindaklanjuti hasil survei melalui rapat koordinasi bersama Pemprov NTB dan perangkat daerah terkait. Rapat akan membahas status aset, kesesuaian tata ruang, serta kelengkapan dokumen.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial juga akan menyiapkan surat keterangan peta risiko bencana.

Yani berharap pemerintah segera merealisasikan Program Sekolah Rakyat di Dompu. Program itu akan memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Seluruh kebutuhan siswa nantinya akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, asrama, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan makan dan pakaian,” ujarnya.

Selain lahan di Desa Bara, Pemkab Dompu mengajukan lokasi alternatif di belakang Kantor Desa Nusajaya, Kecamatan Manggelewa.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRIDA NTB Dorong Kampus Hasilkan Riset untuk Atasi Masalah Daerah
Revitalisasi Tahap II Sasar 19 TK dan PAUD di Lombok Timur
Belum Masuk Dapodik, 26 Kepsek NTB Tak Bisa Kelola BOS
Tak Ada Jalur Titipan, Sekolah Rakyat Lotim Hanya Terima Anak Keluarga Miskin
Gubernur Iqbal Pastikan 41 Jabatan Kepala Sekolah Terisi Juli
Gubernur Iqbal Luncurkan Lima Program Reformasi Pendidikan NTB
Gubernur Iqbal Dorong Gerakan Tanam Cabai di Sekolah
Raperda Sumbangan Dana Pendidikan, Ombudsman NTB: Bisa Berupa Uang, Barang, dan Jasa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:12 WITA

Kementerian PU Survei Lahan Sekolah Rakyat Dompu, Pemkab Siapkan Enam Hektare

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:09 WITA

Revitalisasi Tahap II Sasar 19 TK dan PAUD di Lombok Timur

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:48 WITA

Belum Masuk Dapodik, 26 Kepsek NTB Tak Bisa Kelola BOS

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:19 WITA

Tak Ada Jalur Titipan, Sekolah Rakyat Lotim Hanya Terima Anak Keluarga Miskin

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:51 WITA

Gubernur Iqbal Pastikan 41 Jabatan Kepala Sekolah Terisi Juli

Berita Terbaru

Daerah

Rawan Kekeringan, NTB Minta Pusat Bangun 106 Sumur Bor

Sabtu, 25 Jul 2026 - 15:19 WITA