Konflik Rumah Tangga dan Utang Berujung Damai dengan Mediasi Polisi

Avatar photo

Selasa, 7 April 2026 - 18:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LombokFokus|Lombok Barat – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan jajaran Polsek Gunungsari. Dalam sehari, Selasa (7/4/2026), dua persoalan warga berhasil diselesaikan lewat mediasi, mulai dari kasus KDRT hingga sengketa utang piutang.

Kegiatan pertama berlangsung di Dusun Lingkok Waru, Desa Mekarsari. Bhabinkamtibmas bersama aparat setempat, mempertemukan pasangan suami istri yang terlibat konflik rumah tangga.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra saat dikonfirmasi terpisah menegaskan, langkah mediasi menjadi prioritas untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami dorong penyelesaian secara kekeluargaan, selama kedua pihak sepakat dan tidak mengulangi perbuatan yang merugikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Imigrasi Bima Deportasi Anak WN Malaysia akibat Overstay Tujuh Bulan

Dalam mediasi tersebut, pihak suami sepakat berdamai dengan istrinya. Ia berjanji tidak mengulangi tindakan KDRT dan siap menanggung biaya pengobatan sebesar Rp200 ribu.

Tak hanya itu, kesepakatan juga disertai komitmen hukum. Dimana jika pelanggaran terulang, proses hukum siap ditempuh.

Masih di hari yang sama, mediasi kedua digelar di Dusun Lilir, Desa Mekarsari. Kali ini terkait persoalan utang pembayaran rumah dan pinjaman emas.

Bhabinkamtibmas bersama Babinsa mempertemukan para pihak untuk mencari solusi terbaik. Hasilnya, kesepakatan tercapai tanpa konflik lanjutan.

Baca Juga :  Polres Lombok Tengah Tingkatkan Patroli Malam, Sasar Titik Rawan dan Keramaian

Inisial AP (35), menyanggupi pelunasan sisa pembayaran rumah senilai Rp19 juta dengan sistem cicilan selama 10 bulan. Ia juga telah mengembalikan pinjaman emas sebanyak 7 gram kepada pemiliknya.

“Setiap kesepakatan kami tuangkan dalam surat pernyataan, agar ada kepastian dan tanggung jawab dari masing-masing pihak,” kata Kapolsek Adnyana.

Langkah cepat dan pendekatan persuasif tersebut, mendapat respons positif dari warga. Situasi di kedua lokasi pun tetap aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir.(djr)

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rawan Kekeringan, NTB Minta Pusat Bangun 106 Sumur Bor
Pemprov NTB Dorong Tertib Frekuensi Radio untuk Cegah Gangguan Layanan Vital
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Wajib Patuhi Standar
Gedung Baru DPRD NTB Mulai Dibangun 2027, Pemerintah Pusat Tanggung Biayanya
Gubernur Iqbal: Birokrasi Harus Bertumpu pada Sistem, Bukan Figur
Gubernur Iqbal Paparkan Tantangan Fiskal dan Infrastruktur NTB kepada Komisi V DPR RI
Museum NTB Terima 31.340 Pengunjung, PAD Capai 103 Persen
Gubernur Iqbal: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:19 WITA

Rawan Kekeringan, NTB Minta Pusat Bangun 106 Sumur Bor

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:27 WITA

Pemprov NTB Dorong Tertib Frekuensi Radio untuk Cegah Gangguan Layanan Vital

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:25 WITA

Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Wajib Patuhi Standar

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WITA

Gedung Baru DPRD NTB Mulai Dibangun 2027, Pemerintah Pusat Tanggung Biayanya

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:29 WITA

Gubernur Iqbal: Birokrasi Harus Bertumpu pada Sistem, Bukan Figur

Berita Terbaru

Pendidikan

Di Era Digital, Disbud NTB Dorong Anak Kenal Budaya Sejak Dini

Minggu, 26 Jul 2026 - 05:55 WITA

Daerah

Rawan Kekeringan, NTB Minta Pusat Bangun 106 Sumur Bor

Sabtu, 25 Jul 2026 - 15:19 WITA