Puluhan Buyer Internasional Jelajah Lombok, NTB Perkuat Promosi Wisata Dunia

Avatar photo

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan BBTF 2026. (BPPD NTB)

Kegiatan BBTF 2026. (BPPD NTB)

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi NTB memanfaatkan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 untuk memperkuat promosi pariwisata daerah. Puluhan buyer dan pelaku industri pariwisata internasional dari belasan negara ikut menjelajah Lombok melalui program familiarization trip atau famtrip.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri pariwisata NTB dengan buyer dari Australia, Malaysia, India, Belanda, Afrika Selatan, Polandia, Prancis, Kenya, Lithuania, Tiongkok, Hong Kong, Pakistan, Filipina, Kazakhstan, Myanmar, dan Slovakia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan, para buyer mendapat kesempatan mengenal langsung destinasi wisata, budaya, kuliner, dan fasilitas pariwisata unggulan Lombok.

“Antusiasme peserta sangat besar. Ini menjadi kesempatan penting agar mereka mengetahui kondisi terkini destinasi wisata di NTB, termasuk budaya, kuliner, dan berbagai potensi yang kita miliki,” kata Aulia saat menjamu para buyer di Qunci Villas, Kabupaten Lombok Barat.

Aulia menilai kunjungan langsung ke destinasi lebih efektif dibandingkan pertemuan bisnis singkat dalam pameran pariwisata. Melalui famtrip, buyer bisa merasakan pengalaman wisata secara langsung. Mereka juga dapat memahami produk wisata yang akan mereka pasarkan kepada wisatawan di negara asal.

Menurut Aulia, pengalaman langsung itu menjadi modal penting untuk membangun kerja sama berkelanjutan antara pelaku industri pariwisata NTB dan pasar internasional.

“Harapannya tentu ada kemitraan yang kuat antara pelaku usaha pariwisata NTB dengan buyer dari berbagai negara sehingga dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke NTB,” ujarnya.

Kenalkan Budaya dan Kuliner

Pemprov NTB tidak hanya mengenalkan destinasi wisata unggulan. Pemerintah juga menampilkan kekayaan budaya lokal, kuliner tradisional, hingga konsep wisata gastronomi yang saat ini menjadi tren pasar pariwisata global.

Baca Juga :  Pariwisata NTB Catat Tren Positif, Kunjungan Wisman Tercatat 35,13 Persen

Aulia mengatakan, strategi promosi pariwisata NTB harus terus berinovasi. Persaingan industri wisata dunia semakin ketat. Karena itu, pengenalan budaya dan kuliner daerah menjadi bagian penting untuk membangun daya tarik destinasi.

“Pariwisata saat ini menghadapi berbagai tantangan. Karena itu dibutuhkan inovasi dan optimalisasi promosi agar NTB tetap menjadi pilihan wisatawan dunia,” katanya.

Selama berada di Lombok, para buyer menikmati beragam aktivitas wisata. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, serta pelaku industri pariwisata setempat menyiapkan rangkaian kegiatan itu.

Pada hari pertama, peserta famtrip mengunjungi kawasan wisata Gili Trawangan. Mereka mencoba bersepeda, menaiki cidomo, snorkeling, hingga mengenal potensi wisata selam yang menjadi salah satu andalan NTB.

Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh mengatakan, buyer yang hadir merupakan mitra potensial dari kawasan Eropa, Asia, Afrika, hingga Amerika. Mereka memiliki peluang besar untuk memasarkan paket wisata Lombok di negara masing-masing.

Bangun Komitmen Pasar

Sahlan menjelaskan, famtrip tidak mengejar transaksi bisnis secara instan. Kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman mendalam mengenai produk wisata NTB.

“Yang ingin kita gali adalah komitmen mereka untuk menjual Lombok secara serius. Karena itu mereka harus melihat sendiri destinasi, hotel, atraksi wisata, dan pengalaman yang ditawarkan Lombok,” katanya.

Baca Juga :  Museum NTB Terima 31.340 Pengunjung, PAD Capai 103 Persen

Sahlan mengatakan, peserta juga akan mengunjungi sentra kerajinan gerabah Banyumulek, Desa Adat Sukarara, dan Desa Adat Ende.

Di Desa Sukarara, buyer dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun tradisional. Mereka juga dapat memahami nilai budaya dalam kain tenun. Di Desa Ende, buyer mengenal kesenian tradisional, tarian daerah, dan kuliner khas masyarakat Sasak.

Peserta famtrip juga menikmati wisata gastronomi melalui sajian kuliner tradisional Lombok, seperti serabi dan cerorot, yang dibuat langsung oleh masyarakat setempat.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke kawasan The Mandalika. Para buyer melihat kawasan destinasi super prioritas itu, termasuk Sirkuit Mandalika dan sejumlah pantai unggulan yang menjadi daya tarik wisata NTB.

Sahlan menuturkan, sebagian besar buyer merupakan agen perjalanan internasional. Mereka membutuhkan pemahaman mendalam terhadap sebuah destinasi sebelum menyusun dan menjual paket wisata kepada konsumen.

“Karakter travel agent internasional itu mereka harus memahami destinasi terlebih dahulu. Setelah itu baru mereka menyusun dan menjual paket wisata. Karena bagi sebagian dari mereka, Lombok masih merupakan destinasi baru yang perlu dipelajari lebih dalam,” ujarnya.

BPPD NTB berharap kerja sama dalam famtrip BBTF 2026 dapat berkembang menjadi paket wisata baru. Paket itu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Target akhirnya tentu peningkatan kunjungan wisatawan dan dampak ekonomi bagi daerah. Semakin banyak buyer yang mengenal Lombok, semakin besar peluang destinasi kita dipasarkan secara global,” ucap Sahlan.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPPD NTB Bidik Wisatawan Yogyakarta untuk Berlibur ke Lombok-Sumbawa
Wamenpar Resmikan Sade Social Space, Mandalika Tambah 38 Kamar dan Fasilitas Olahraga
Sampah Pendakian Gunung Rinjani Diurus Bareng Warga
ITDC Dorong UMKM Desa Penyangga Mandalika Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital
Pariwisata NTB Catat Tren Positif, Kunjungan Wisman Tercatat 35,13 Persen
Polairud NTB Gerak Cepat Sisir Laut Cari Nelayan Hilang di Perairan Sumbawa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:38 WITA

BPPD NTB Bidik Wisatawan Yogyakarta untuk Berlibur ke Lombok-Sumbawa

Senin, 13 Juli 2026 - 13:13 WITA

Wamenpar Resmikan Sade Social Space, Mandalika Tambah 38 Kamar dan Fasilitas Olahraga

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:17 WITA

Sampah Pendakian Gunung Rinjani Diurus Bareng Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:06 WITA

ITDC Dorong UMKM Desa Penyangga Mandalika Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:09 WITA

Pariwisata NTB Catat Tren Positif, Kunjungan Wisman Tercatat 35,13 Persen

Berita Terbaru

Daerah

Rawan Kekeringan, NTB Minta Pusat Bangun 106 Sumur Bor

Sabtu, 25 Jul 2026 - 15:19 WITA