LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Nusa Tenggara Barat terus menggenjot daya saing usaha kecil. Lembaga ini menggelar Mentoring Tenant Ke-3 di Ruang Rapat BRIDA NTB pada Rabu (14/10/2026).
Agenda ini melatih puluhan pelaku usaha lokal binaan pemerintah daerah. Mereka mendalami teknik pengemasan produk dan strategi pemasaran digital secara langsung.
Fokus Kebutuhan Nyata UMKM
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, meminta jajarannya memahami persoalan mendasar di lapangan. Ia mendorong penguatan usaha berdasarkan kebutuhan konkret para pelaku usaha.
“Pendampingan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada penerapan hasil pembelajaran di lapangan,” kata I Gede Putu Aryadi.
Pihaknya terus memetakan kebutuhan teknologi dan alat produksi para pelaku usaha. Langkah ini bertujuan agar bantuan pemerintah tepat sasaran serta memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Peran Kunci Kemasan Produk
Narasumber UPTD Balai Kemasan, Promosi dan Pemasaran Produk Daerah (BKP3D) NTB mengupas fungsi strategis kemasan. Kemasan berfungsi menjaga kualitas produk sekaligus memikat minat beli konsumen.
Pelaku usaha wajib mencantumkan informasi komposisi bahan dan berat bersih produk secara rinci. Mereka juga harus menyertakan tanggal kedaluwarsa serta izin edar resmi pada label.
Maksimalkan Jalur Pemasaran Digital
Sementara itu, narasumber Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) NTB mengajarkan kiat promosi daring. Materi mencakup pemanfaatan media sosial, lokapasar, hingga aplikasi pesan WhatsApp Business.
Peserta belajar menyusun jadwal promosi dan memproduksi konten visual yang menarik. Fitur katalog digital turut membantu mereka melayani pesanan pembeli dengan lebih cepat.
Sejumlah pelaku usaha binaan antusias mengikuti sesi pelatihan intensif tersebut. Mereka antara lain Warung Uli Laros, Coffee Zone, Lapak Bunda Dobel, dan Bungan Tulip.
Hadir pula pengelola Mie Ayam dan Es Teh Mantap Djoglo serta Bakso Cilok Sempol Teras Udayana. Peserta lain mencakup Pangling Mataram, Istiqomah, Moya Citra Rasa Autentik, dan Koperasi Produsen Agro Wisata.
Kegiatan ini turut dihadiri Koordinator Tim Pokja Riset Bidang Inovasi, Hilirisasi dan Kemitraan. BRIDA NTB akan merangkum seluruh perkembangan usaha tenant ini untuk menyusun program pendampingan tahun 2027.










Komentar