Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan

Avatar photo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memasuki puncak musim kemarau 2026.

Pemprov menggelar apel siaga karhutla di Desa Wisata Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (13/8/2026).

Langkah itu semakin mendesak setelah luas karhutla NTB mencapai 8.895,43 hektare sepanjang Januari hingga 20 Juli 2026.

Angka itu meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 5.759,19 hektare. Kondisi itu menempatkan NTB pada peringkat keenam nasional dan masuk 10 provinsi dengan kerawanan karhutla tertinggi.

Pemprov Cek Personel hingga Peralatan Pemadam

Sekretaris Daerah NTB Abul Chair mengatakan apel menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan sebelum kebakaran terjadi.

“Apel siaga ini adalah wujud keseriusan dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau,” katanya.

Menurut Abul, cuaca panas dan kelembapan rendah selama puncak kemarau meningkatkan potensi karhutla.

Karena itu, seluruh unsur harus memastikan kesiapan sebelum muncul titik kebakaran.

“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi, bukan ketika kebakaran sudah berlangsung,” katanya.

Baca Juga :  Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Pemprov juga menggunakan apel untuk memeriksa kesiapan operasional seluruh unsur.

Pemeriksaan mencakup personel, sistem komando, koordinasi, kendaraan operasional, pompa pemadam, alat komunikasi, perlengkapan pemadaman, serta alat pelindung diri.

Seluruh sarana dan personel harus mampu mendukung penanganan secara cepat, tepat, dan terpadu ketika kebakaran terjadi.

Luas Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare

Abul meminta seluruh pihak memberi perhatian serius terhadap ancaman karhutla.

Data Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di NTB mencapai 8.895,43 hektare sepanjang Januari hingga 20 Juli 2026.

Sementara itu, periode sebelumnya mencatat luas kebakaran 5.759,19 hektare.

“Data ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lengah. Ancaman karhutla di NTB nyata dan memerlukan langkah-langkah antisipatif yang terencana serta melibatkan seluruh pihak,” ujarnya.

Selain perkembangan luas kebakaran, kondisi iklim juga menjadi perhatian pemerintah.

Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus

Berdasarkan prakiraan BMKG, 2026 memasuki fase netral menuju El Nino sejak Juni.

Sementara itu, puncak musim kemarau di NTB diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.

Baca Juga :  DBH Diperkirakan Hanya Rp 13,3 Miliar, Pemprov NTB Ketatkan Belanja

Kondisi itu meningkatkan kebutuhan koordinasi antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, akademisi, organisasi nonpemerintah, dan dunia usaha.

“Keberhasilan pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak mungkin dicapai oleh satu institusi saja. Hanya melalui sinergi, kolaborasi, dan gotong royong seluruh unsur, kita dapat menekan risiko dan eskalasi karhutla di Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Pemprov Minta Patroli dan Pencegahan Diperkuat

Pemprov NTB juga mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini menjalankan patroli, pencegahan, pemadaman, hingga penanganan setelah kebakaran.

Namun, pemerintah meminta kesiapsiagaan tidak berhenti pada apel.

Setiap personel harus mengambil peran dalam pencegahan. Selain itu, setiap institusi perlu memperkuat koordinasi dan masyarakat harus ikut menjaga kawasan hutan.

“Saya berharap semangat yang dibangun melalui apel siaga dapat diteruskan menjadi aksi nyata di lapangan. Setiap personel harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, sementara setiap institusi perlu memperkuat koordinasi dan masyarakat turut menjaga kawasan hutan di wilayah masing-masing,” katanya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong
NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026
Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton
Tempah Dedoro Mataram Tembus 1.249 Unit dan Kurangi Sampah ke TPA
Puluhan Ribu Nelayan NTB Terkendala Akses BBM Subsidi
Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:45 WITA

Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WITA

NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB

Berita Terbaru

Rapat koordinasi terkait penanggulangan radikalisme di NTB.

Hukum

Dinsos P3A Catat 25 Anak di NTB Terpapar Paham Radikalisme

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:28 WITA