Anak Anggota DPRD NTB Diduga Kelola Tujuh Dapur MBG di Bima

Avatar photo

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur MBG yang dikelola anak DPRD NTB

Dapur MBG yang dikelola anak DPRD NTB

MATARAM, ntbkita.com-Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Yasin membenarkan yayasan milik anaknya, Yayasan Rindu Younging City, menaungi tujuh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Kabupaten Bima.

Namun, Yasin membantah anaknya mengelola langsung seluruh dapur MBG di bawah yayasan itu.

Yasin mengatakan anaknya hanya mengelola satu dapur di Kecamatan Donggo. Enam dapur lain berjalan melalui mitra berbeda. Mereka tetap memakai Yayasan Rindu Younging City sebagai payung administrasi.

“Anak saya cuma kelola satu dapur, yang di Donggo. Kalau dapur yang lain dikelola orang lain, tapi menggunakan yayasan anak saya,” kata Yasin saat dihubungi, Senin (8/6/2026).

Yasin mengatakan jumlah yayasan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) masih minim pada awal program MBG 2025. Kondisi itu membuat pihaknya ikut mengajukan sejumlah titik dapur di Kabupaten Bima.

“Dulu minim sekali yayasan yang mau gabung dengan BGN. Karena minimnya peminat, kami mendukung program presiden dengan mengajukan titik-titik dapur,” ujarnya.

Dapur Berjalan Lewat Mitra

Yasin menyebut dapur MBG itu tersebar di sejumlah kecamatan. Antara lain Bolo, Lambitu, Lambu, Parado, Woha, Sape, Sanggar, Donggo, dan Ambalawi.

Baca Juga :  Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI

Menurut dia, enam dapur selain Donggo berada di tangan pihak lain. Para mitra itu memiliki kemampuan pembiayaan masing-masing.

“Enam dapur itu dikelola orang lain, bukan kita semua. Orang-orang yang punya anggaran yang kelola,” katanya.

Yasin menjelaskan anaknya hanya membantu para mitra melalui Yayasan Rindu Younging City. Bantuan itu berkaitan dengan proses pengajuan kerja sama dengan BGN.

Ia menegaskan anaknya tidak memusatkan kepemilikan dan pengelolaan seluruh dapur.

“Jadi bukan milik anak saya semua tujuh dapur, tetapi berada di bawah naungan yayasan,” ujarnya.

Menurut Yasin, sebagian dapur di bawah yayasan milik anaknya kini berhenti beroperasi. Ia menyebut persoalan pembiayaan menjadi salah satu penyebab.

Yasin juga menyebut ada temuan soal kualitas makanan bagi penerima manfaat.

“Sudah ditutup sebagian dan beberapa tidak jalan lagi karena faktor keuangan. Mungkin karena permasalahan BGN,” kata Yasin.

Ia mencontohkan dapur MBG di Desa Sai, Kecamatan Soromandi. Dapur itu berhenti beroperasi setelah ada temuan menu makanan yang dinilai tidak memenuhi standar.

“Diberhentikan yang di Sai karena faktor telur tidak matang,” ujarnya.

Yasin Bantah Terlibat

Yasin mengatakan penyerapan program MBG di Kabupaten Bima belum optimal pada awal pelaksanaan. Sejumlah kendala muncul. Salah satunya proses pengajuan melalui portal BGN.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB

Dalam kondisi itu, kata Yasin, anaknya membantu calon mitra mengurus proses pengajuan.

“Karena program MBG di Kabupaten Bima itu tidak terserap, mungkin karena kendala pengajuan di portal. Waktu itu anak saya coba bantu mengajukan lewat portal BGN,” katanya.

Yasin mengakui ada sejumlah mitra bergabung di bawah Yayasan Rindu Younging City. Namun, ia menegaskan tiap mitra mengurus operasional dapurnya masing-masing.

“Kita tidak munafik, memang yayasan anak saya punya beberapa mitra yang mengelola dapur MBG. Tetapi pengelolaannya bukan di bawah anak saya seperti yang dituduhkan,” ujarnya.

Yasin juga membantah dirinya ikut mengelola program MBG.

“Nggak ada, nggak ada dapur MBG saya. Anak saya itu saja,” kata Yasin.

Program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Badan Gizi Nasional menjalankan program ini untuk menyediakan makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat, termasuk pelajar dan masyarakat rentan.

Di berbagai daerah, yayasan dan mitra ikut mengelola dapur layanan MBG.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital
Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor
DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun
Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar
MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan
Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah
Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:30 WITA

Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor

Sabtu, 19 September 2026 - 08:59 WITA

DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 05:24 WITA

Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WITA

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 08:08 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan

Berita Terbaru

Kerja sama peningkatan pelayanan penyakit jantung di RSUD Tripat.

Kesehatan

RSUD Tripat Tingkatkan Layanan Jantung dan Cerebrovascular

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:11 WITA