Putri Mahkota Swedia Lepas Tukik di Gili Meno

Avatar photo

Minggu, 6 September 2026 - 15:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Putri Mahkota Swedia Victoria memegang tukik di Gili Meno.

Putri Mahkota Swedia Victoria memegang tukik di Gili Meno.

LOMBOK UTARA, ntbkita.com-Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée melihat langsung upaya masyarakat Gili Meno menjaga penyu, terumbu karang, mangrove, dan sumber penghidupan dari laut, Minggu (6/9).

Victoria juga melepas tukik ke laut bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan rombongan di Turtle Sanctuary Gili Meno.

Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda Victoria sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Victoria Kenali Kehidupan Gili Meno dari Atas Kapal

Perjalanan menuju Gili Meno dimulai dari Pelabuhan Oberoi.

Di atas kapal, Iqbal memperkenalkan gugusan Gili Matra yang terdiri atas Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan.

“Ini adalah salah satu pulau yang menjadi bagian dari Gili Matra,” ujar Gubernur Iqbal saat memperkenalkan kawasan tersebut.

Victoria kemudian melihat sejumlah kapal nelayan dan menanyakan aktivitas masyarakat di laut.

“Ini kapal nelayan?” tanyanya.

“Ini kapal nelayan. Kapal ini juga digunakan untuk mengangkut penyelam. Jadi tidak hanya untuk menangkap ikan, tetapi juga untuk kegiatan menyelam,” jawab Gubernur Miq Iqbal.

Menurut Iqbal, masyarakat juga memperhitungkan kelestarian ekosistem dalam menjalankan aktivitas wisata dan ekonomi di laut.

Percakapan itu memberi gambaran mengenai kehidupan masyarakat Gili Meno yang bergantung pada laut sekaligus memiliki kepentingan untuk menjaganya.

Lihat Penyu dan Transplantasi Terumbu Karang

Setibanya di Gili Meno, Victoria mengunjungi kawasan konservasi penyu.

Ia melihat tukik sekaligus menyaksikan kegiatan edukasi konservasi dan transplantasi terumbu karang melalui lima struktur webs.

Selanjutnya, Victoria bersama Iqbal dan rombongan melepas tukik ke laut di Turtle Sanctuary Gili Meno.

Baca Juga :  Putri Mahkota Swedia Tinjau Sekolah Tahan Gempa dan Layanan Digital di Lombok Utara

Kegiatan itu menjadi salah satu bagian dari upaya masyarakat menjaga ekosistem laut yang juga menopang sektor pariwisata dan perikanan.

Dalam dialog bersama masyarakat, Victoria mengungkapkan kekagumannya terhadap kondisi Gili Meno dan berbagai kegiatan konservasi yang warga jalankan.

“Saya sangat terkesan dengan semua hal yang sedang dilakukan di sini. Tempat ini sangat indah, bahkan luar biasa indah. Karena itu, segala upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahannya merupakan kepentingan kita bersama,” ujar Putri Victoria.

Victoria juga berharap praktik konservasi di Gili Meno dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

“Terima kasih karena telah menjadi contoh atau panutan. Saya berharap berbagai contoh baik dan inisiatif yang dilakukan di sini dapat diterapkan dan dikembangkan juga di tempat-tempat lainnya,” katanya.

Warga Bergantung pada Laut dan Pariwisata

Kepala Dusun Gili Meno Masrun mengatakan masyarakat menggantungkan kehidupan pada perikanan, pariwisata, perdagangan, serta berbagai usaha pesisir.

Karena itu, warga ingin menjaga perkembangan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan.

“Yang kami harapkan adalah Gili Meno dapat terus berkembang sebagai pulau yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi anak cucu kami,” ujarnya.

Baca Juga :  NTB Pertahankan Peringkat Ketiga Indonesia Muslim Travel Index 2026

Masyarakat juga menggunakan awig-awig sebagai bagian dari aturan dan kesepakatan adat dalam menjaga kawasan.

Selain itu, warga menjalankan rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, pengawasan laut, edukasi lingkungan, dan kegiatan bersih-bersih.

Perempuan Olah Sampah Jadi Produk Ekonomi

Kelompok perempuan turut mengambil peran dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan sumber pendapatan.

Mereka membuat suvenir dan produk kreatif, termasuk memanfaatkan sampah plastik serta limbah botol menjadi barang bernilai ekonomi.

Aktivitas itu memperlihatkan hubungan langsung antara konservasi dan penghidupan masyarakat.

Laut tetap menjadi sumber ekonomi melalui perikanan dan pariwisata, sementara masyarakat menjaga ekosistem agar sumber penghidupan itu tidak hilang.

Sampah dan Pertumbuhan Wisata Jadi Tantangan

Pertumbuhan pariwisata memberi peluang ekonomi bagi masyarakat Gili Meno.

Namun, perkembangan itu juga membawa tekanan terhadap lingkungan, terutama persoalan sampah dan kemampuan kawasan menampung aktivitas wisata.

Karena itu, masyarakat menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah aktivitas ekonomi dan kondisi ekosistem.

Upaya menjaga penyu, terumbu karang, mangrove, serta mengurangi sampah menjadi bagian dari usaha warga mempertahankan kualitas lingkungan sekaligus sumber pendapatan mereka.

Kunjungan Victoria memberi kesempatan kepada masyarakat Gili Meno untuk menunjukkan praktik konservasi yang mereka jalankan.

Mulai dari melepas tukik, memulihkan terumbu karang, menanam mangrove hingga mengolah limbah menjadi produk ekonomi, masyarakat berusaha menjaga laut agar tetap menopang kehidupan mereka dan generasi berikutnya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NTB Pertahankan Peringkat Ketiga Indonesia Muslim Travel Index 2026
Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Rp84,5 Miliar Mulai Dibangun Awal 2027
Gubernur NTB Bidik Wisatawan Kawasan Teluk dengan Konsep Quality Tourism
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Sejumlah Hotel di Senggigi Sudah Full Booking
Nonton MotoGP Mandalika Bisa Sambil Camping, ITDC Siapkan Tenda hingga Campervan
Festival Sangiang Api Bidik KEN 2027, Sampan Layar Jadi Andalan
Pemprov NTB Rancang Wisata Edukasi Sade untuk Jaga Ekonomi Warga
Mulud Adat Bayan Naik Panggung Nasional, Keaslian Tradisi Jangan Luntur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:26 WITA

NTB Pertahankan Peringkat Ketiga Indonesia Muslim Travel Index 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:47 WITA

Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Rp84,5 Miliar Mulai Dibangun Awal 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:35 WITA

Gubernur NTB Bidik Wisatawan Kawasan Teluk dengan Konsep Quality Tourism

Jumat, 18 September 2026 - 05:10 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Sejumlah Hotel di Senggigi Sudah Full Booking

Minggu, 6 September 2026 - 15:03 WITA

Putri Mahkota Swedia Lepas Tukik di Gili Meno

Berita Terbaru