MATARAM, ntbkita.com-Qatar mulai melirik berbagai peluang investasi di Nusa Tenggara Barat, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Selain investasi, kedua pihak menjajaki kerja sama pendidikan, tenaga kerja, konektivitas udara, hingga pembangunan infrastruktur.
Peluang itu mengemuka dalam pertemuan Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Iqbal mengatakan kunjungan Dubes Qatar membuka ruang untuk mengeksplorasi berbagai potensi dan kerja sama strategis di NTB.
“Tadi saya menyampaikan mengenai berbagai potensi yang ada di NTB untuk Qatar, termasuk menjajaki masuknya Qatar Fund, Qatar Charity, hingga Qatar Airways di NTB,” ujar Iqbal dalam keterangannya di Mataram, Sabtu (29/8/2026).
NTB Buka Pintu Investasi Qatar
Menurut Iqbal, pertemuan itu menjadi momentum penting pada awal masa pemerintahannya untuk membuka peluang investasi jangka panjang.
Ia melihat hubungan baik Indonesia dan Qatar sebagai modal untuk membawa investasi ke NTB.
“Hubungan emosional dan persepsi positif yang sangat baik antara Indonesia dan Qatar menjadi modal terbesar kami. Pertemuan itu membuka jalan bagi masuknya investasi, baik melalui institusi pemerintah maupun entitas swasta dan private equity dari Qatar,” ujar Iqbal.
Pemprov kemudian memaparkan sejumlah potensi yang dapat menjadi ruang kerja sama.
Pembahasan mencakup pengembangan infrastruktur kebandarudaraan, konektivitas udara, ekspansi penerbangan, hingga investasi industri lokal.
Selain itu, Pemprov menawarkan peluang pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.
Pemprov Tawarkan PMI Terampil dan Lulusan SMK
Kerja sama tidak hanya menyentuh proyek fisik.
Pemprov juga menawarkan peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia asal NTB yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar Qatar.
Di sisi lain, lulusan sekolah menengah kejuruan juga masuk dalam pembahasan sebagai calon tenaga profesional.
Karena itu, pendidikan vokasi menjadi salah satu bagian penting dalam penjajakan kerja sama.
Pemprov ingin mempertemukan kebutuhan tenaga kerja Qatar dengan potensi sumber daya manusia NTB.
Sejumlah institusi Qatar juga masuk dalam pembicaraan, mulai dari Qatar Fund, Qatar Charity, hingga Qatar Airways.
Selain itu, pembahasan turut menyentuh jejaring media dan telekomunikasi seperti Al Jazeera dan Indosat.
Qatar Akan Lanjutkan Pembahasan Teknis
Iqbal mengatakan pihak Qatar menyambut berbagai potensi yang Pemprov tawarkan.
Selanjutnya, kedua pihak akan membawa pembahasan ke tahap yang lebih teknis.
“Diskusi berlangsung sangat luas dan terbuka. Peluang kerja sama ini masih panjang ke depan, dan kita akan segera menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mematangkan skema investasi serta pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang disepakati,” katanya.
Karena itu, pertemuan awal belum berbicara pada satu proyek investasi yang final.
Pemprov masih perlu mematangkan skema, kebutuhan investasi, serta bentuk kerja sama tenaga kerja dan pendidikan.
Dubes Qatar Tinjau Mandalika
Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari mengapresiasi sambutan Pemprov NTB dan masyarakat Lombok.
Menurutnya, hubungan Qatar dan Indonesia memiliki fondasi sejarah serta kemitraan strategis yang kuat.
Ia melihat kerja sama antardaerah dapat memperluas hubungan kedua negara.
“Kami membahas kerja sama antara Qatar dan Lombok, serta mengeksplorasi peluang kerja yang ada, khususnya di bidang investasi dan pendidikan,” tuturnya.
Selain bertemu Pemprov NTB, Al-Dosari meninjau KEK Mandalika di Lombok Tengah.
Ia berdialog dengan ITDC untuk melihat langsung peluang pengembangan proyek di kawasan pariwisata itu.
Hasil kunjungan memberi kesan positif terhadap peluang masuknya modal dari Qatar.
“Proyek ini sangat berpotensi bagi Negara Qatar untuk menanamkan investasi di Mandalika,” kata Al-Dosari.
Qatar Berencana Kembali ke NTB
Al-Dosari menegaskan kunjungannya kali ini bukan agenda terakhir.
Ia berencana kembali ke NTB untuk melanjutkan pembahasan investasi dan program kerja sama.
Sementara itu, Pemprov akan menyiapkan tindak lanjut teknis agar peluang yang muncul tidak berhenti pada penjajakan.
Dengan langkah itu, NTB ingin menarik investasi sekaligus membuka kesempatan baru bagi tenaga kerja, lulusan pendidikan vokasi, pengembangan infrastruktur, dan konektivitas udara.










Komentar