MATARAM, ntbkita.com-Bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB mulai menghangat. Nama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri ikut muncul dan berpeluang bersaing dengan petahana Mori Hanafi.
Direktur Nusra Institute M. Roby Satriawan menilai Pathul memiliki sejumlah modal untuk memperkuat pembinaan olahraga NTB apabila mendapat kepercayaan memimpin KONI.
Menurut Roby, sedikitnya empat faktor dapat menjadi kekuatan Pathul. Faktor itu mencakup jejaring pemerintahan, pengembangan sport tourism, pembangunan infrastruktur olahraga, dan peningkatan kesejahteraan atlet.
Jejaring Pemerintahan Jadi Modal Pathul
Roby menempatkan jejaring dan sinergi pemerintahan sebagai modal pertama Pathul.
Selain menjabat Bupati Lombok Tengah, Pathul juga memimpin DPD Partai Gerindra NTB. Roby menilai posisi itu memberi ruang komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Kesamaan jalur komunikasi politik berpotensi mempermudah koordinasi dan advokasi anggaran untuk pembinaan olahraga, termasuk program pemusatan latihan daerah sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON). Tentu semuanya tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku,” ujar Roby.
Menurutnya, koordinasi lintas pemerintahan akan menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi.
Mandalika Buka Peluang Pengembangan Sport Tourism
Selain jejaring pemerintahan, Roby menilai pengalaman Pathul memimpin Lombok Tengah memberi keuntungan dalam pengembangan sport tourism.
Lombok Tengah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Sirkuit Mandalika. Kawasan itu juga menjadi lokasi berbagai agenda olahraga nasional maupun internasional.
Roby menilai NTB dapat menghubungkan agenda olahraga dengan program pembinaan atlet daerah.
Melalui skema itu, olahraga tidak hanya mengejar prestasi. Pemerintah juga dapat memanfaatkan kegiatan olahraga untuk meningkatkan eksposur daerah dan mendorong aktivitas ekonomi.
Infrastruktur Olahraga Dinilai Bisa Dipercepat
Roby juga melihat peluang memperkuat pembangunan fasilitas olahraga.
Menurutnya, sinergi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dapat membuka peluang pengembangan stadion, gelanggang olahraga, hingga pusat pelatihan atlet.
“Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan daya saing daerah,” katanya.
Karena itu, pembangunan fasilitas menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam kepemimpinan KONI NTB berikutnya.
Kesejahteraan Atlet Jadi Faktor Keempat
Roby menempatkan peningkatan kesejahteraan atlet sebagai faktor berikutnya.
Ia menilai dukungan pemerintah dapat mendorong kebijakan afirmatif bagi atlet berprestasi.
Kebijakan itu dapat berupa bonus prestasi, beasiswa pendidikan, hingga peluang berkarier di instansi pemerintah maupun badan usaha milik daerah sesuai ketentuan.
Selain empat faktor itu, Roby turut menyoroti rekam jejak Pathul dalam pembinaan olahraga di Lombok Tengah.
Selama memimpin daerah, Pathul aktif membina berbagai cabang olahraga. Kontingen Lombok Tengah juga mencatat peningkatan prestasi pada Porprov NTB XXI dengan naik dari peringkat kelima menjadi posisi kedua dalam klasemen akhir medali.
“Pengalaman memimpin pemerintahan, membina cabang olahraga, serta capaian prestasi Lombok Tengah pada Porprov menjadi modal yang layak dipertimbangkan. Namun, pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan pemilik suara dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB,” tutup Roby.










Komentar