Potensi EBT NTB Baru Tergarap 25 Persen

Avatar photo

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konsolidasi Riset tentang Energi Terbarukan dan Implementasinya untuk Pencapaian Net Zero Emission di Nusa Tenggara Barat

Konsolidasi Riset tentang Energi Terbarukan dan Implementasinya untuk Pencapaian Net Zero Emission di Nusa Tenggara Barat

MATARAM, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama GEDSI JET NTB memperkuat konsolidasi riset energi baru terbarukan (EBT).

Konsolidasi dilakukan melalui kegiatan Konsolidasi Riset tentang Energi Terbarukan dan Implementasinya untuk Pencapaian Net Zero Emission di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan berlangsung Rabu (20/5/2026) di Golden Palace Hotel.

Kegiatan dibuka Sekdis ESDM Niken. Forum ini menghadirkan narasumber utama Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi serta Pejabat Fungsional Bappeda NTB Setyo Budi.

Kegiatan digelar untuk membangun fondasi riset energi hijau yang terintegrasi dan kolaboratif. Tujuannya mendukung percepatan target Net Zero Emission (NZE) di Provinsi NTB.

Forum ini menghadirkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, NGO/LSM, dunia usaha, media, hingga lembaga pembiayaan dan investor.

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan, penguatan riset dan inovasi energi terbarukan menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan NTB. Terutama pembangunan rendah karbon, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi.

Menurut dia, NTB memiliki potensi besar di sektor EBT. Namun, potensi itu belum dikembangkan secara maksimal. Data terkini menunjukkan pemanfaatan potensi energi terbarukan baru sekitar 25 persen.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Loteng Kecam Dugaan Intimidasi Nakes di Puskesmas Pringgarata

Karena itu, diperlukan langkah terukur dan terkonsolidasi dengan baik. “Kami siap menjadi hub atau mengorkestasi kegiatan riset dan inovasi untuk pengembangan EBT ini,” tegasnya.

Mantan Kadis Nakertrans ini mengungkapkan, BRIDA NTB telah menginisiasi sejumlah riset strategis terkait energi hijau dan inovasi terapan berbasis potensi lokal.

Beberapa riset itu di antaranya pengolahan air lindi menjadi biogas, pengembangan biogas portable, budi daya kurma Lombok, serta inovasi pirolisis portable untuk pengolahan limbah menjadi sumber energi alternatif.

“NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Karena itu, dibutuhkan penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu diterapkan secara nyata untuk masyarakat,” ujarnya.

Aryadi menjelaskan, BRIDA NTB juga berperan mendukung RPJMD NTB 2025–2029. Dukungan dilakukan melalui penguatan riset energi terbarukan, fasilitasi kolaborasi publik dan swasta, inkubasi teknologi bersih bagi UMKM dan desa, serta penyediaan basis data riset energi untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.

Dalam forum konsolidasi itu, seluruh peserta sepakat pencapaian target Net Zero Emission tidak dapat dilakukan secara parsial. Target itu membutuhkan strategi kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan Hexahelix.

Baca Juga :  Siswa SRD 4 Lobar Bikin Kagum Menko Polkam Djamari Chaniago

Pendekatan Hexahelix mengintegrasikan peran pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan lembaga pembiayaan dalam membangun ekosistem riset serta inovasi energi terbarukan yang kuat dan berkelanjutan.

Selain penguatan kolaborasi, forum ini menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam proses riset dan implementasi energi hijau. Seluruh tahapan penelitian dan pengembangan teknologi perlu melibatkan perempuan, kelompok rentan, masyarakat desa, petani, nelayan, serta UMKM. Dengan begitu, manfaat transisi energi dapat dirasakan secara merata.

Kegiatan ini juga mendorong pembangunan sistem database riset energi terbarukan di NTB yang terintegrasi. Database itu diharapkan dapat mengonsolidasikan hasil riset dan inovasi dari berbagai elemen. Mulai dari universitas, NGO/LSM, pemerintah, dunia usaha, media, hingga investor dan lembaga pendanaan.

Melalui konsolidasi ini, BRIDA NTB berharap sinergi antar pemangku kepentingan semakin kuat. Terutama dalam mempercepat pengembangan energi hijau di NTB dan memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pelopor transisi energi bersih di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov NTB Targetkan 30 Persen Pangan Lokal untuk Suplai Program MBG
Peluang Sekolah Gratis untuk Siswa SMK di KSB-Sumbawa dari AMMAN Mineral
Perubahan Perda Pajak Disahkan, Pemprov NTB Bidik Tambahan PAD Rp160 Miliar
Siswa SRD 4 Lobar Bikin Kagum Menko Polkam Djamari Chaniago
Wakil Ketua II Baznas Lombok Tengah TGH. Lalu Mala Syar’i Serahkan Bantuan Zakat dan Infak di Praya Tengah
Muhammad Najib Daud Muhsin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Loteng, Siap Kawal Aspirasi Masyarakat
KRYD Polsek Gunungsari, Warga Diajak Waspada terhadap Aksi 3C
Kapolsek Gunungsari Ikuti Zoom Nasional Panen Jagung Serentak Kuartal II

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:33 WITA

Pemprov NTB Targetkan 30 Persen Pangan Lokal untuk Suplai Program MBG

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:58 WITA

Peluang Sekolah Gratis untuk Siswa SMK di KSB-Sumbawa dari AMMAN Mineral

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:24 WITA

Perubahan Perda Pajak Disahkan, Pemprov NTB Bidik Tambahan PAD Rp160 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:08 WITA

Siswa SRD 4 Lobar Bikin Kagum Menko Polkam Djamari Chaniago

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:41 WITA

Wakil Ketua II Baznas Lombok Tengah TGH. Lalu Mala Syar’i Serahkan Bantuan Zakat dan Infak di Praya Tengah

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Nasional

Aturan Baru Devisa Ekspor Berlaku 1 Juni

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:11 WITA

Pemerintah Optimalkan Peran Industri Penjaminan dalam Memperkuat Ekosistem Pembiayaan Nasional

Ekonomi

Banyak UMKM Sulit Akses Kredit, Pemerintah Siapkan Solusi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:45 WITA