SUMBAWA, ntbkita.com-Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 5 Sumbawa menampung 60 siswa kelas II hingga VI dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa melalui sistem pendidikan berasrama. Pemerintah menempatkan program itu sebagai salah satu upaya membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan Sekolah Rakyat memberi kesempatan kepada anak-anak dari kelompok ekonomi paling rentan untuk tetap memperoleh pendidikan yang layak.
“Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah membuka akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem,” kata Jarot saat menghadiri open house SRD 5 Sumbawa, Sabtu.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menanggung biaya operasional dan fasilitas penunjang siswa selama mengikuti pendidikan berasrama.
Jarot menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pembinaan di Sekolah Rakyat tidak hanya menyasar kemampuan akademik, tetapi juga mempersiapkan siswa agar lebih mandiri.
Pemkab berharap pendidikan tersebut dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka dan keluarganya pada masa mendatang.
SRD 5 Sumbawa Tampung 60 Siswa
Kepala SRD 5 Sumbawa Nani Indrawati mengatakan sekolah mulai beroperasi pada 6 Oktober 2025.
Sejak beroperasi, SRD 5 Sumbawa menampung 60 siswa kelas II hingga VI yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Sekolah menggunakan sistem berasrama sehingga kegiatan siswa tidak berhenti pada proses belajar di kelas. Guru dan tenaga pendukung juga mendampingi kehidupan sehari-hari peserta didik di lingkungan asrama.
Menurut Nani, kegiatan open house digelar untuk memberi kesempatan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan melihat langsung proses pendidikan serta kehidupan siswa di sekolah berasrama.
Melalui kegiatan itu, pihak sekolah juga memperlihatkan layanan pendukung yang tersedia bagi peserta didik.
Pembelajaran Terapkan Sistem Digital
Nani mengatakan sekolah terus membenahi proses belajar dan layanan pendukung bagi siswa.
SRD 5 Sumbawa kini menggunakan sistem pembelajaran digital dan smart learning dalam kegiatan belajar mengajar.
Selain pembelajaran akademik, sekolah mengembangkan pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Sekolah terus melakukan pembenahan, baik dalam proses pembelajaran maupun penyediaan layanan pendukung untuk memenuhi kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan berasrama,” ujar Nani.
Pembinaan siswa selama berada di asrama melibatkan sejumlah unsur. Guru bekerja bersama wali asuh dan wali asrama untuk memantau aktivitas siswa setiap hari.
Selain itu, juru masak dan petugas kebersihan ikut mendukung pemenuhan kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan berasrama.
Sekolah Minta Dukungan Masyarakat
Nani mengatakan keberlangsungan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pelayanan kepada siswa terus berkembang.
Ia berharap masyarakat ikut mendukung program tersebut sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan belajar dan meningkatkan daya saing.
Pemkab Sumbawa selanjutnya menempatkan Sekolah Rakyat Sumbawa sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.
Melalui pola pendidikan berasrama, dukungan kebutuhan siswa, pembelajaran digital, dan pembinaan karakter, pemerintah ingin memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.










Komentar