NTB Pertahankan Peringkat Ketiga Indonesia Muslim Travel Index 2026

Avatar photo

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muslim Travel Index 2026

Muslim Travel Index 2026

JAKARTA, ntbkita.com-Nusa Tenggara Barat kembali menempati peringkat ketiga Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Posisi NTB berada di bawah Jawa Barat yang menempati peringkat pertama dan Jawa Tengah di posisi kedua.

Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyerahkan penghargaan kepada Sekretaris Daerah NTB Abul Chair yang mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10/2026).

Sekda NTB Abul Chair mengatakan posisi tiga besar mencerminkan kerja berbagai pihak dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim di daerah. Namun, menurut dia, pemerintah tidak boleh berhenti pada pencapaian peringkat.

“Alhamdulillah, NTB kembali meraih peringkat ketiga Indonesia Muslim Travel Index 2026. Ini merupakan kebanggaan sekaligus pengakuan atas konsistensi kita dalam membangun pariwisata ramah Muslim. Namun, yang lebih penting dari penghargaan ini adalah bagaimana kita menjaga kualitas, meningkatkan pelayanan, dan memastikan pariwisata memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Abul Chair di Jakarta.

NTB Tak Bisa Hanya Mengandalkan Alam

Abul menilai persaingan antardestinasi semakin ketat. Karena itu, NTB tidak dapat hanya mengandalkan bentang alam maupun kekayaan adat dan budaya untuk menarik wisatawan.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Rp84,5 Miliar Mulai Dibangun Awal 2027

Menurut dia, kualitas destinasi juga bergantung pada kemudahan wisatawan mengakses fasilitas ibadah, kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta keramahan masyarakat.

Pemprov NTB juga menempatkan pariwisata ramah Muslim sebagai bagian dari pelayanan destinasi, bukan pembatasan terhadap segmen wisatawan tertentu.

Konsep itu, menurut Abul, diarahkan untuk menciptakan destinasi yang nyaman dan inklusif bagi berbagai kalangan. Selain itu, pemerintah ingin memperluas pasar wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Penghargaan ini milik seluruh masyarakat NTB, termasuk para pelaku usaha pariwisata, pemerintah kabupaten/kota, komunitas, dan semua pihak yang terus menjaga keramahan serta kualitas destinasi kita. Tantangan berikutnya adalah memastikan prestasi ini berbanding lurus dengan peningkatan kunjungan, tumbuhnya usaha masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan semakin kuatnya kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah,” tutur Abul Chair menambahkan.

Pemprov Perkuat SDM hingga Rantai Nilai Halal

Selain memperbaiki kualitas destinasi, Pemprov NTB menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari pengembangan pariwisata ramah Muslim.

Baca Juga :  Festival Sangiang Api Bidik KEN 2027, Sampan Layar Jadi Andalan

Pemerintah daerah melibatkan industri pariwisata, masyarakat, serta mitra strategis, termasuk Bank Indonesia.

Kolaborasi itu mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan promosi, hingga pengembangan rantai nilai ekonomi halal yang lebih terintegrasi.

Pemprov berharap posisi NTB peringkat ketiga IMTI 2026 tidak hanya menjadi capaian dalam pemeringkatan. Pemerintah ingin posisi itu ikut berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, perkembangan usaha masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.

Indonesia Naik ke Peringkat Kedua GMTI 2026

Capaian NTB berlangsung ketika posisi Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 juga meningkat.

Indonesia menempati peringkat kedua GMTI 2026 setelah berada di posisi kelima pada 2025.

Sementara itu, ISEF ke-13 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di JICC. Kegiatan itu melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal.

Pemprov NTB memanfaatkan momentum ISEF untuk memperkuat pengembangan pariwisata ramah Muslim sekaligus memperluas keterkaitannya dengan ekonomi halal.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Rp84,5 Miliar Mulai Dibangun Awal 2027
Gubernur NTB Bidik Wisatawan Kawasan Teluk dengan Konsep Quality Tourism
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Sejumlah Hotel di Senggigi Sudah Full Booking
Putri Mahkota Swedia Lepas Tukik di Gili Meno
Nonton MotoGP Mandalika Bisa Sambil Camping, ITDC Siapkan Tenda hingga Campervan
Festival Sangiang Api Bidik KEN 2027, Sampan Layar Jadi Andalan
Pemprov NTB Rancang Wisata Edukasi Sade untuk Jaga Ekonomi Warga
Mulud Adat Bayan Naik Panggung Nasional, Keaslian Tradisi Jangan Luntur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:26 WITA

NTB Pertahankan Peringkat Ketiga Indonesia Muslim Travel Index 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:47 WITA

Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Rp84,5 Miliar Mulai Dibangun Awal 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:35 WITA

Gubernur NTB Bidik Wisatawan Kawasan Teluk dengan Konsep Quality Tourism

Jumat, 18 September 2026 - 05:10 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Sejumlah Hotel di Senggigi Sudah Full Booking

Minggu, 6 September 2026 - 15:03 WITA

Putri Mahkota Swedia Lepas Tukik di Gili Meno

Berita Terbaru