Maulid Nabi, Pemprov NTB Ajak Warga Tahan Amarah dan Jaga Persaudaraan

Avatar photo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda NTB Abul Chair

Sekda NTB Abul Chair

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan pengendalian diri.

Ajakan itu mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menggapai Berkah Menuju NTB Makmur Mendunia” di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Senin (24/8/2026).

Melalui momentum itu, Pemprov NTB mengajak masyarakat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Selain itu, masyarakat diajak meneladani akhlak, perjuangan, dan nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekda NTB Ajak Masyarakat Tahan Amarah

Sekretaris Daerah NTB Abul Chair mengatakan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT harus menjadi landasan dalam menjalankan setiap tanggung jawab.

“Kita hadir di sini karena kita cinta kepada Rasulullah SAW dan memperingati Maulid Nabi pada malam hari ini. Siapa yang beriman kepada Allah, maka ia mencintai Rasulullah SAW,” ujar Sekda Abul.

Selain memperkuat keimanan, Abul mengingatkan masyarakat agar mampu menjaga emosi.

Menurutnya, kemampuan menahan amarah tidak cukup hanya muncul ketika berada di tempat ibadah.

“Kalau kita di Masjid bisa menahan amarah, lantas di luar masjid juga kita harus bisa menahan amarah,” tuturnya.

Karena itu, nilai yang tumbuh selama peringatan Maulid diharapkan tetap hadir ketika masyarakat kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

Maulid Tak Sekadar Mengenang Kelahiran Rasulullah

Sementara itu, Ustadz Dr. M. Anugrah Arifin mengajak jamaah mensyukuri berbagai nikmat Allah SWT.

Mulai dari nikmat Islam, kesehatan, hingga kesempatan berkumpul dalam suasana persaudaraan.

Baca Juga :  55 Desa NTB Terima Rp 16,5 Miliar dari Program Desa Berdaya

Menurutnya, Maulid Nabi tidak berhenti pada aktivitas mengenang kelahiran Rasulullah SAW.

Momentum itu juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui keteladanan terhadap perjuangan dan ajarannya.

Rasulullah SAW, kata dia, membawa perubahan besar dalam peradaban manusia melalui ajaran yang menjunjung akhlak, ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan keadilan.

Dalam waktu relatif singkat, Rasulullah juga membangun masyarakat yang berlandaskan nilai Islam sekaligus membentuk generasi berkarakter dan berakhlak mulia.

Masjid Menjadi Pusat Kehidupan Umat

Ustadz Arifin kemudian mencontohkan perjuangan Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah.

Salah satu langkah awal Rasulullah ialah membangun masjid sebagai pusat kehidupan umat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah. Namun, masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, musyawarah, pembinaan masyarakat, dan penguatan persaudaraan.

“Nilai-nilai yang dibangun Rasulullah SAW harus kita hadirkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Bawa suasana masjid ini kembali ke lingkungan masing-masing dan jadikan kampung kita sebagai kampung yang beradab,” pesannya.

Karena itu, masyarakat diajak membawa nilai kejujuran, amanah, dan persaudaraan ke lingkungan masing-masing.

Di sisi lain, Ustadz Arifin mengingatkan masyarakat menjauhi korupsi, kemaksiatan, serta perilaku yang bertentangan dengan kejujuran dan amanah.

Generasi Muda Diminta Hadirkan Solusi

Selain keluarga dan lingkungan sosial, generasi muda mendapat perhatian dalam tausiah.

Pemuda dinilai memiliki posisi strategis untuk menentukan masa depan masyarakat dan daerah.

Sejak awal perkembangan Islam, generasi muda telah mengambil peran dalam berbagai peristiwa penting.

Baca Juga :  Pemkab Lombok Barat Bangun Big Data, Citra Satelit BRIN hingga AI Jadi Basis Kebijakan

Rasulullah SAW juga membentuk generasi muda yang memiliki akhlak, kecerdasan, keberanian, kestabilan emosi, serta kemampuan memimpin.

Kisah Ali bin Abi Thalib RA dan Zaid bin Tsabit RA menjadi contoh kontribusi generasi muda bagi agama, masyarakat, dan peradaban.

Karena itu, generasi muda NTB tidak hanya diajak menjadi kritis. Mereka juga diminta mampu menawarkan solusi, melahirkan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata.

“Kalau ingin daerah ini makmur, maka bangkitkan semangat para pemudanya. Jadilah pemuda yang berkarisma, penuh inovasi, memiliki akhlak yang baik, serta mampu memberikan dampak positif,” menjadi pesan kepada para pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.

Keluarga Jadi Fondasi Membangun Masyarakat

Selain peran pemuda, keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat kuat dan berkarakter.

Rasulullah SAW memberi perhatian besar terhadap pembentukan keluarga dan hubungan sosial.

Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar.

Persaudaraan itu membangun semangat saling menjaga, membantu, dan menolong.

Nilainya tetap relevan untuk memperkuat persatuan di tengah berbagai perbedaan kepentingan dalam masyarakat.

Karena itu, perbaikan masyarakat perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Keluarga menjadi ruang awal untuk menanamkan moral, akhlak, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.

Pada akhirnya, Pemprov NTB berharap semangat persaudaraan, peran generasi muda, dan keluarga yang kuat mampu melahirkan generasi berkarakter.

Generasi itu diharapkan memiliki daya juang, akhlak mulia, serta kemampuan menghadirkan perubahan positif menuju NTB Makmur Mendunia.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital
Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor
DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun
Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar
MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan
Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah
Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:30 WITA

Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor

Sabtu, 19 September 2026 - 08:59 WITA

DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 05:24 WITA

Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WITA

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 08:08 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan

Berita Terbaru

Kerja sama peningkatan pelayanan penyakit jantung di RSUD Tripat.

Kesehatan

RSUD Tripat Tingkatkan Layanan Jantung dan Cerebrovascular

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:11 WITA